Bahasa IndonesiaEnglish Mon - Fri 08:00-17:00 +62-21-2289-2048
waskitatollroad@wtr.co.id

Waskita Toll Road Incar Dana 10 Triliun

PT Waskita Toll Road > Berita terkini > Waskita Toll Road Incar Dana 10 Triliun

JAKARTA — PT Waskita Toll Road (WTR) membidik perolehan dana lebih dari Rp 10 triliun lewat divestasi enam ruas tol sepanjang 2019.

Dana segar dari penjualan kepemilikan saham di enam ruas tol bakal menjadi modal untuk pengembangan ruas tol baru dan ruas yang masih dalam konstruksi. Direktur Utama WTR, Herwidiakto mengatakan divestasi ruas tol tahun ini merupakan lanjutan dari proses serupa yang ditempuh pada 2018.
Pada tahun lalu, WTR melakukan divestasi 70% saham PT Waskita Transjawa Toll Road ke Reksa Dana  Penyertaan Terbatas (RDPT) Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa senilai Rp5 triliun. Selain itu WTR juga melakukan berbagai penjajakan dengan calon investor untuk melepas kepemilikan saham di ruas Bekasi—Cawang—Kampung Melayu dan Kayu Agung—Palembang—Betung. Hingga pengujung 2018, penjajakan berakhir tanpa kesepakatan.

“Tahun ini menjadi tahun divestasi. Tahun lalu, kami sudah tes pasar untuk mengetahui karakter yang mau membeli tol seperti apa,” jelasnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Kamis (7/2). Herwidiakto mengatakan pihaknya akan menawarkan enam ruas tol kepada investor, baik yang sudah beroperasi penuh maupun beroperasi sebagian.

Namun, jumlah ruas yang ditawarkan bisa berubah, tergantung pada perkembangan proses divestasi. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan calon investor mengakuisisi lebih dari satu ruas. Ruas-ruas tol yang ditawarkan WTR antara lain Pejagan—Pemalang,Kanci— Pejagan, dan Pasuruan—Probolinggo.
Ketiga ruas ini berada di bawah entitas WTTR yang sahamnya masih dimiliki  perseroan sebesar 30%. WTR juga berniat melego ruas Bekasi—Cawang— Kampung Melayu yang sahamnya dikuasai sebesar 99,56%. Di samping melepas saham dalam porsi mayoritas, WTR juga berniat menjual kepemilikan saham minoritas di dua ruas, yaitu Solo—Ngawi, danBatang—Semarang. WTR memiliki 40% saham di kedua rusa tersebut. Secara keseluruhan, saat ini WTR memiliki konsesi sepanjang 1.015 kilometer lewat 18 entitas badan usaha jalan tol (BUJT). Dari jumlah tersebut, ruas jalan tol sepanjang 468 kilometer sudah beroperasi.Direktur Manajemen Portofolio WTR Joko W. Widodo mengatakan rencana penjualan saham merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mendanai pengembangan ruas baru dan ruas yang masih dalam konstruksi.

BUTUH MODAL
Dia menambahkan, WTR membutuhkan porsi modal sebesar Rp34 triliun untuk menggarap 18 ruas jalan tol.
Hingga 2018, WTR sudah menghimpun dana lebih Rp20 triliun lewat divestasi dan setoran modal pemegang saham. Alhasil, perseroan masih perlu mencari pendanaan Rp14,7 triliun untuk memenuhi porsi ekuitas. “Secara gross kami mengharapkan lebih dari Rp10 triliun dari divestasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Waskita Toll Road Mokhamad Sadali mengatakan bahwa akan ada sekitar sembilan ruas yang rampung dan ditargetkan akan beroperasi pada 2019.
“Ada 9 ruas target operasi dari 9 ruas. Ada dua yang sudah siap dioperasikan,” tuturnya. Beberapa diantaranya adalah ruas tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 30 kilometer yang dalam waktu dekat ini akan diselesaikan.
Untuk jalan Tol Pasuruan- Probolinggo, pada akhir Januari 2019 sudah dilakukan Uji Laik Operasi (ULO) dan saat ini dalam proses perbaikan dari ULO tersebut. Peresmian jalan tol ini ditargetkan dilakukan pada Februari 2019, yang menurut Sadali, lebih maju dari rencana awal yakni pada April 2019, karena adanya permintaan
dari Gubernur Jawa Timur untuk mempercepat peresmiannya. “Sekarang memang lagi perbaikan. Ternyata cukup banyak temuannya, selesai fisik akhir Februari ternyata dimajukan dua bulan. Sekarang lagi kejar tayang,” katanya.

Krizia P. Kinanti & Rivki Maulana
redaksi@bisnis.com