Bahasa Indonesia Mon - Fri 08:00-17:00 +62 21 851 5558 / +62 21 851 5556
waskitatollroad@wtr.co.id

Manajemen Risiko

WTR menyadari bahwa jalannya operasional Perusahaan tidak terlepas dari berbagai risiko, baik risiko yang berada di bawah kendali maupun risiko yang berada di luar kendali Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan menyadari akan pentingnya pengelolaan risiko yang terintegrasi, optimal dan berkesinambungan.

Perusahaan senantiasa melaksanakan pengendalian risiko dan pengelolaan kebijakan perusahaan secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk mewujudkan kegiatan operasi Perusahaan yang sehat dan mampu menghasilkan laba yang optimal. Perusahaan berkewajiban untuk melakukan identifikasi terhadap kemungkinan munculnya risiko-risiko baik eksternal maupun internal.

Atas dasar identifikasi itu, Perusahaan akan melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk meminimalkan terjadinya risiko tersebut. Perusahaan selalu memantau dan mengkaji risiko secara berkala sehingga diharapkan risiko-risiko tersebut dapat dikendalikan sehingga tidak mengurangi nilai Perusahaan secara signifikan, akan tetapi

Perusahaan juga menyadari adanya risiko yang berada di luar kendali yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya secara internal. Namun, Perusahaan selalu melakukan evaluasi risiko melalui assessment manajemen risiko sehingga dapat meminimalisasi potensi risiko.

Dalam rangka mengembangkan praktik Manajemen Risiko yang baik dan tepat, Perusahaan secara berkala dan berkelanjutan terus mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif sehingga dapat memberikan informasi dini tentang potensi risiko yang berpengaruh pada nilai Perusahaan dan Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminimalkan risiko.

VISI DAN MISI MANAJEMEN RISIKO WTR

STRUKTUR TATA KELOLA MANAJEMEN RISIKO

JENIS RISIKO YANG DIHADAPI 

Perusahaan senantiasa mengantisipasi berbagai risiko yang timbul dalam menjalankan aktivitas bisnisnya baik risiko yang berasal dari internal dan/ataupun eksternal Perusahaan. Risiko-risiko yang bersifat internal sedapat mungkin dikendalikan dan diminimalkan keberadaannya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan prinsip manajemen risiko. Untuk risiko-risiko yang bersifat eksternal sedapat mungkin diidentifikasi secara seksama atas potensi dan dampaknya terhadap Perusahaan.

Berdasarkan arah strategi serta sasaran yang ingin dicapai Perusahaan, maka jenis risiko yang dihadapi Perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam kategori risiko sebagai berikut:

1. Risiko Finansial

Risiko yang muncul akibat pergerakan harga pasar (seperti perubahan atas tingkat suku bunga, nilai tukar, harga komoditas dan ekuitas), kegagalan satu atau beberapa pihak dalam memenuhi kewajiban kepada Perusahaan, ataupun kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau kebutuhan finansialnya, sehingga menyebabkan potensi kerugian keuangan kepada Perusahaan. Pengelolaan risiko finansial ini dilakukan dengan melalui evaluasi secara berkala atas suku bunga sejalan dengan perubahan suku bunga di pasar, mempertahankan kecukupan kas dan setara kas untuk kebutuhan operasi Perusahaan dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

2. Risiko Investasi & Divestasi

Risiko investasi & Divestasi didefinisikan sebagai potensi terjadinya kegagalan/ tidak tercapainya target objektif Perusahaan dalam pelaksanaan Corporate Action baik investasi maupun divestasi jalan tol. Pengelolaan risiko investasi & divestasi dilakukan seperti dengan melakukan analisis kelayakan atas investasi yang dilakukan perusahaan, mengelola kinerja portofolio investasi Perusahaan, memastikan tercapainya target kelayakan investasi dan memastikan proses divestasi dapat berjalan dengan baik serta memastikan terpenuhinya tata kelola yang baik atas aksi korporasi Perusahaan

3. Risiko Hukum dan Kepatuhan

Risiko hukum didefinisikan sebagai potensi kelemahan dalam aspek yuridis, peraturan hukum yang tidak jelas, ataupun terdapatnya kelemahan perjanjian/kontrak/perikatan yang dapat menyebabkan kerugian untuk Perusahaan. Adapun risiko kepatuhan mengacu kepada potensi terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan internal maupun eksternal termasuk terhadap regulasi dan peraturan hukum yang berlaku sehingga menyebabkan potensi kerugian kepada Perusahaan. Pengelolaan risiko hukum dan kepatuhan dilakukan dengan cara meningkatkan komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan untuk menegakkan peraturan yang berlaku terutama terkait praktik Good Corporate Governance (GCG) dan Etika (Code of Conduct), selain Perusahaan melakukan fungsi internal audit yang independen, termasuk memastikan langkah-langkah kegiatan perusahaan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

4. Risiko Strategis

Risiko yang diakibatkan oleh adanya pengambilan keputusan dan/ atau penerapan strategi Perusahaan yang tidak tepat atau kegagalan Perusahaan dalam merespons perubahan-perubahan kondisi eksternal yang menghambat pencapaian tujuan strategis Perusahaan. Selain itu jenis risiko strategis juga mencakup risiko politik dan regulasi serta emerging risk yang memengaruhi pencapaian strategis Perusahaan. Dalam mengelola risiko strategis ini dilakukan dengan penyusunan rencana strategis Perusahaan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), melakukan pemantauan rencana strategis dalam Penilaian Kinerja Perusahaan dengan realisasi pencapaian secara berkala, membangun keselarasan sasaran strategis dan inisiatif strategis Perusahaan.

5. Risiko Operasional Non Proyek

Risiko yang terjadi akibat kesalahan, kekeliruan ataupun kegagalan atas pelaksanaan proses di internal Perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia, proses, sistem dan teknologi, kejadian eksternal dan fraud. Risiko operasional non-proyek ini dikelola dengan meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan, pengembangan atau sosialisasi, melakukan pemantauan implementasi pedoman dan prosedur, serta melakukan pengembangan tools dan sistem informasi teknologi yang terintegrasi guna mengurangi kemungkinan terjadinya human error.

6. Risiko K3, Lingkungan dan Mutu

Risiko yang muncul akibat kesalahan, kekeliruan ataupun kegagalan Perusahaan dan/atau Anak Perusahaan (BUJT) dalam mengelola kesehatan, keselamatan, keamanan kerja, lingkungan dan mutu. Pengelolaan risiko K3, lingkungan dan mutu ini dilakukan dengan memastikan pekerja untuk selalu mematuhi pedoman K3LMP Perusahaan seperti selalu melakukan sosialisasi safety induction secara rutin, menempatkan rambu-rambu peringatan, dan mewajibkan pekerja untuk komitmen penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, Perusahaan juga selalu memastikan pengerjaan proyek sudah melalui tahapan analisis AMDAL.

7. Risiko Reputasi

Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholders) yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Perusahaan. Pengelolaan risiko reputasi ini dengan cara melakukan komunikasi kebijakan kepada seluruh Pemangku Kepentingan dan melakukan News Monitoring atas berita terkait dengan Perusahaan, melaksanakan kegiatan komunikasi baik secara internal dan eksternal dengan para pemangku kepentingan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat menciptakan citra perusahaan yang baik (positive corporate image) termasuk dengan media.

8. Risiko Pra-Operasional Jalan Tol

Risiko yang muncul akibat adanya kesalahan, kekeliruan ataupun kegagalan Perusahaan dan/atau Anak Perusahaan (BUJT) pada tahap pra-operasional jalan tol seperti perubahan desain, kendala dalam pembebasan lahan, dan keterlambatan penyelesaian konstruksi jalan tol. Pengelolaan risiko praoperasional jalan tol ini dilakukan dengan menyediakan dana talangan untuk pembebasan lahan, melakukan day-to-day monitoring pencapaian target milestone dan pembebasan lahan dan meningkatkan koordinasi kepada pihak terkait serta melakukan pemantauan dan pengendalian untuk memastikan operasional jalan tol dapat terlaksana tepat waktu.

9. Risiko Operasional Jalan Tol

Risiko yang muncul sebagai akibat dari kesalahan/kelalaian Perusahaan dan atau Anak Perusahaan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam mengelola/mengoperasikan jalan tol, seperti maintenance dan pemenuhan standar pelayanan jalan tol, serta pengamanan pendapatan jalan tol. Pengelolaan risiko operasional dilakukan dengan pemantauan dan pengendalian secara rutin terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan lalu lintas harian (LHR) jalan tol.